Penitipan Handphone Sebagai Komunikasi Non Verbal Santri PPP Walisongo Desa Cukir Jombang

Robi’ah Machtumah Malayati, Daniel Susilo

Abstract


The existence of cell phones deposit counters nearby to Pondok Pesantren Putri (PPP) Walisongo became a symbol of stealth resistance from the students against the school rule of not allowing any students to bring cell phones into their Islamic boarding school. They secretly brought their cell phones with them although they realized that some members of the board already knew their behavior. Such resistance was due to the disparity between Kyai’s and students’ views in seeing technology of information and telecommunication integrated in cell phones. In Kyai’s view, the existence of internet was likely to bring negative impacts, while students wanted to have access on technology of information and telecommunication. Thus, a problem arose, that how cell phone deposit counters was considered as a symbol of stealth resistance from students in Islamic Boarding School toward the rule of not allowing any students to bring cell phones into PPP Walisongo Cukir Diwek, Jombang.

Keywords


Cell Phone, Non Verbal Communication, Islamic Boarding School

Full Text:

PDF

References


A’la, A. (2006). Pembaruan Pesantren. Yogyakarta: Penerbit LkiS.

Arifin, I & Slamet, M. (2010). Kepemimpinan Kiai dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren: Kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Yogyakarta: CV. Aditya Media

Creswell, J. (2016). Reseach Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarya: Pustaka Pelajar

Dillistone, F. (2002). The Power of Symbols: Daya Kekuatan Simbol. Yogyakarta: Kanisius

Haboddin, M. (2017). Memahami Kekuasaan Politik. Malang: UB Press.

Hamengkubuwono, S. 2007. Merajut Kembali Keindonesiaan Kita. 2007. Jakarta: PT. Gramedia Utama

Haryanto, S. (2016). Spektrum Sosial. Dari Klasik Hingga Postmodern. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Liliweri, A. (2002). Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LkiS

Morissan, M. (2020). Hubungan penggunaan smartphone dan kinerja akademik di kalangan mahasiswa. Jurnal Studi Komunikasi, 4(1), pp.158-181.

Morissan. (2013). Teori Komunikasi Individu hingga Media Massa. Jakarta: Kencana Prenamedia Group.

Muhammad Adib. (2013). Jurnal Pusaka, “Ketika Pesantren Berjumpa dengan Internet: Sebuah replikasi dalam Perspektif Culture-Lag”, Malang.

Nasution, A. (2016). Filsafat Ilmu: Hakikat Mencari Pengetahuan. Yogyakarta: Deepublish.

Nofrima, S., Nurmandi, A., Dewi, D.K. and Salahudin, S. (2020). Cyber-activism on the dissemination of# Gejayanmemanggil: Yogyakarta’s student movement. Jurnal Studi Komunikasi, 4(1), pp.103-116.

Pawito. (2008). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: Penerbit LKiS

Raco, J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: PT. Grasindo

Raharjo, M. (2017). Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Romli, K. (2014). Komunikasi Organisasi Lengkap. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Santana, S. (2010). Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif Ed 2.Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Scott, J. (2000). Senjatanya Orang-Orang Kalah. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia.

Soedjatmiko, H. Saya Berbelanja Maka Saya Ada: Ketika Konsumsi Dan Desain Menjadi Gaya Hidup

Soeprapto, R (2002). Interaksionisme Simbolik – Perspektif Sosiologi Modern. Yogyakarta: Averroes Press

Sugihartati, R. (2014). Perkembangan Masyarakat Informasi &Teori Sosial Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup

Toffler, A. (1980). Gelombang Ketiga.Jakarta: PT. Pantja Simpati

Tuela, M. and Susilo, D., 2017. Hyperreality: Pemaknaan dalam Penggunaan Game Pokemon Go. Jurnal Kajian Media, 1(1).

Umar, N. (2014). Rethinking Pesantren. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Vidyarini, T. (2020). Communicating pregnancy complication: a discourse analysis of an online support group. Jurnal Studi Komunikasi, 4(1), pp.49-62.

Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradiri – Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta: LkiS.

West, R., & Lynn, T. (2008). Pengantar Teori Komunikasi Edisi 3 – Analisis dan Aplikasi Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Wibowo, I. (2006). Sesudah Filsafat : Esai-Esai untuk Franz Magnis Suseno. 2006. Yogyakarta: Kanisius.

Wiryanto. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo




DOI: http://dx.doi.org/10.36080/comm.v11i1.1010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Communication

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.