Media, Representasi, dan Persepsi terhadap Identitas Seksual

Anzilna Mubaroka, Vinita Susanti

Abstract


Komodifikasi seksualitas dalam bentuk representasi dapat ditemukan dalam serial TV Thailand bergenre Boys Love. Cerita yang mengusung tema hubungan homoromantic ini berlindung dalam konsep representasi. Sayangnya yang banyak terjadi adalah representasi identitas seksual ini terlalu heteronormatif. Menggunakan metode kuantitatif dan observasi, penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana persepsi penggemar terhadap identitas seksual dan keberadaan pasangan on-screen. Hasil penelitian ini menemukan hasil bahwa terdapat obsesi terhadap pasangan On-Screen. Menggunakan teori kultivasi dan konsep Celebrity Worship,melihat dan menerima keberadaan pasangan on-screen sebagaimana yang ditampilkan oleh media. Penggemar ini juga hingga pada tahap melakukan perundungan kepada kekasih asli idola. Pada akhirnya, representasi yang seharusnya membawakan cara pandang baru kepada kelompok minoritas justru menjadi ajang komodifikasi identitas homoseksual dan obsesi penggemar.

Keywords


Media, Representasi, Identitas Seksual, Penggemar, Celebrity Worship Syndrome, Teori Kultivasi

Full Text:

PDF

References


Baudinette, T. (2019). Lovesick, The series : adapting Japanese ‘Boys Love’ to Thailand and the creation of the new gender of queer media. South East Asia Research, 27(2).

Donnelly, K., Twenge, J.M. (2017). Masculine and Feminine Traits on the Bem Sex-Role Inventory, 1993–2012: a Cross-Temporal Meta-Analysis. Journal of Sex Role 76. Page 556–565

Fongkaew, Kangwan, Anoporn Khruataeng, Sumon Unsathit, Matawii Khamphiirathasana, Nisarat Jongwisan, Oranong Arlunaek & Jensen Byrne (2019) “Gay Guys are Shit-Lovers” and “Lesbians are Obsessed With Fingers”: The (Mis)Representation of LGBTIQ People in Thai News Media, Journal of Homosexuality. Fursich, Elfriede. 2010. Media and the representation of Others. International Social Science Journal · March 2010.

Lutfiputri, N. A. (2019). Di Antara Dunia Fiksi Dan Dunia Nyata: Pandangan Penggemar Manga Yaoi - Yuri Di Jabodetabek Terhadap Isu Homoseksualitas (Unpublished Bachelor's thesis). University of Indonesia.

Maltby, J. (2004). Celebrity worship, cognitive flexibility, and social complexity. Personality and Individual Differences, 37(7), 1475-1482.

Maltby, J. (2006). Extreme celebrity worship, fantasy proneness and dissociation: Developing the measurement and understanding of celebrity worship within a clinical personality context. Personality and Individual Differences Journal, 40(2), 273-283.

Pratamawaty, B. B. (2018). Model Konstruksi Makna Peran Dan Posisi Perempuan Indonesia Pelaku Kawin Campur. Jurnal Aspikom, 3(4). Retrieved from http://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/253

Prentice, Deborah A, dan Erica Carranza. (2002). What Women and Men Should be, Shouldn't be, are Allowed to be, and Dont Have to be: The Contents of Prescriptive Gender Stereotypes. Psychology of Women Quarterly (Volume 26). New Jersey: Blackwell Publishing

Tadzakaroh, D. N. (2017). Perempuan, Identitas, Dan Komik Homoerotis (Studi Komunitas Fujoshi Di Facebook) (Bachelor's thesis).

Yuliarti, M. S. (2020). Democracy and New Media: Capturing Masculinity in Online News About Election Selfie. Jurnal Aspikom, 5(1). Retrieved from http://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/440

Zsila, A., & Demetrovics, Z. (2017). The Boys Love Phenomenon : A literature review. Journal of Popular Romance Studies. .

Fessthai. Twitter. https://twitter.com/fessthai diakses Februari 2021

Thaiifess. Twiiter. https://twitter.com/thaiifess diakses februari 2021




DOI: http://dx.doi.org/10.36080/comm.v12i1.1329

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Communication

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Visit to our university official website: www.budiluhur.ac.id