Media Massa Sebagai Second Track Diplomasi Dalam Mendukung Kepentingan Nasional Indonesia di Laut Cina Selatan

Eri Budi Wibowo

Abstract


Perluasan aktor non-negara dalam hubungan internasional menjadikan media massa diakui sebagai salah satu instrumen diplomasi yang cukup berpengaruh terhadap kebijakan maupun proses decision making. Berdasarkan perkembangan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemeneritan Indonesia menggunakan instrumen media massa sebagai second track diplomasi guna mendukung kepentingan nasional Indonesia di Laut China Selatan (LCS). Teori yang digunakan adalah teor komunikasi massa menurut McQuail dan teori second track diplomaci menurut Louise Diamond dan John Mc Donald. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan objek penelitian adalah kebijakan second track diplomasi Indonesia melalui peran media massa. Sumber penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder meliputi referensi dan buku, jurnal, artikel, website, dan portal pemberitaan sebagai pendukung penelitan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan eksposur pemberitaan terhadap pengelolahan potensi martim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di LCS menjadi penting untuk dilakukan sebagai bentuk eksistensi pemerintah Indonesia terhadap hak berdaulat di LCS. Kemudian, dibutuhkan agenda setting media massa yang menyoroti dukungan masyarakat internasonal mengenai implementasi freedom of navigation di LCS.

Keywords


Media Massa, Kepentingan Nasional, Second Track Diplomasi, dan Laut Cina Selatan

Full Text:

PDF

References


gastia, I. G., & Perwita, A. B. (2017). Building Maritime Domain Awareness as an Essential Element of the Global Maritime Fulcrum: Challenges and Prospects for Indonesia’s Maritime Security. Jurnal Hubungan Internasional Vol. 6 Edisi 1 /Aprl - September (2017), 113-122.

Amalia, A. C. (2020, April 13). Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relation. Retrieved Februari 28, 2022, from Binus University: https://binus.ac.id/malang/2020/04/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations/

Andika, M. T., & Aisyah, A. N. (2017). Analisis Politik Luar Negeri Indonesia-China di Era Presiden Joko Widodo: Benturan Kepentingan Ekonomi dan Kedaulatan? Indonesia Perspective, Vol. 2, No. 2 (Juli-Desember 2017), 161-179. https://doi.org/10.14710/ip.v2i2.18477

Andrianti, N. (2015). Peran Media Massa Nasional Dalam Politik Internasional. INFORMASI Kajian Ilmu Komunikasi Volume 45. Nomor 1. Juni 2015, 43-56. https://doi.org/10.21831/informasi.v45i1.7769

AS, A. B. (2014). Periode Perkembangan Media Massa. Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol. 18 No. 1 (Januari - Juni 2014, 119 - 132. https://doi.org/10.31445/jskm.2014.180107

Asri, R. (2017). Hubungan Media Massa Dan Khalayak Reinterpretasi di Era Milenial. In R. Arindita, A. Mandjusri, & R. Asri, Media Dan Masyarakat Kini Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Peran Media Baru Dalam Perubahan Gaya Hidup (pp. 133-199). Jakarta: UAI Press.

Bensa, C. P., & Wijaya, L. (2017). Media Propaganda Techniques in the South China Sea Dispute. Jurnal Komunikasi ISKI, (Vol. 02. 01) , 1-5. https://doi.org/10.25008/jkiski.v2i1.93

Coban, F. (2016). The Role of the Media in International Relations; From the CNN Effect to the AlJazeere Effect. Journal of International Relations and Foreign Policy (Vol. 4, No. 2, Desember 2016), 55-77. https://doi.org/10.15640/jirfp.v4n2a3

Cook, S. (2020). Beijing’s Global Megaphone: The Expansion of Chinese Communist Party Media Influence since 2017. Washington, DC: FreedomHouse.org.

Executive Office of The President of the United States. (2012). National Plan To Achieve Maritime Domain Awareness For The National Strategy For M Aritime Security. Washington, DC: CreateSpace Independent Publishing.

Gracia, E. (2018). Kontrol Media Tiongkok di Era Xi Jinping sebagai Upaya Tiongkok menjadi Kekuatan Global. Jurnal KSM-PMI: (The Rise of Middle Power Vol. 2 No. 2. 2018), 31-41. https://doi.org/10.26593/sentris.v2i2.4149.31-41

Jones, P. (2021). Best Practices in Track Two Diplomacy In: International Negotiation. Journal of International Negotiation 26 (2021) , 1-4. https://doi.org/10.1163/15718069-25131256

Kurniasari, N., & Aji, G. G. (2015). Kepemilikan dan Bingkai Media (Analisis Framing Pemberi- taan Joko Widodo Sebagai Kandidat Calon Presiden pada Koran SINDO). Jurnal Ilmiah Komunikasi | MAKNA Vol. 6 No. 1, Februari-Juli (2015), 96-116. https://doi.org/10.30659/jikm.6.1.96-116

Kusumah, R. W., Supriatna, N., & Kusmarni, Y. (2018). Jalan Damai Menuju Keamanan Regional: Pendekatan Asean Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Laut China Selatan. Jurnal ACTUM Volume 7, N0.2, Oktober (2018), 255-268. https://doi.org/10.17509/factum.v7i2.15610

Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muhamad, S. V. (2021). Isu Latu China Selatan: Ekspansi China dan Pentingnya Kelanjutan Diplomasi. Info-Singkat Vol. XIII, No. 5/I/Puslit/Maret/(2021), 7-15.

Mulyana, D. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muslim. (2013). Konstruksi Media Tentang Serangan Israel Terhadap Libanon (Analisis Framing terhadap Berita tentang Peperangan antara Israel dan Libanon dalam Surat Kabar Kompas dan Republika). Jurnal Studi Komunikasi I Dan Media Vol. 17 No. 1 (Januari – Juni 2013), 75-92. https://doi.org/10.31445/jskm.2013.170104

Perloff, R. M. (2014). The dinamics of the political communication: Media and Politic in the Digital Age. New York: Routledge.

Pudjiastuti, r. N., & Prayoga, P. (2015). ASEAN Dan Isu Laut Cina Selatan: Transformasi Konflik Menuju Tata Kelola Keamanan Regional . Jurnal Penelitian Politik. Volume 12 No. 1 Juni (2015), 99–115.

Rakhmat, M. Z. (2022, JanuarI 20). Three Ways China is Growing its Media Influence in Indonesia. Retrieved Maret 28, 2022, from IndraStra Global: https://www.indrastra.com/2022/01/Chinese-Media-Influence-in-Indonesia.html

Ritonga, E. Y. (2018). Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi. SIMBOLIKA, Vol. 4 (1) April 2018), 32-41. https://doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1460

Rizky, T. (2017). Diplomasi Indonesia Dalam Penyelesian Sengketa Laut Cina Selatan Tahun 2012 - 2015. Jom FISIP Volume 4 No. 2 Oktober 2017 , 1-16.

Santosa, B. A. (2017). Peran Media Massa Dalam Mencegah Konflik. Jurnal ASPIKOM, (Volume 3 Nomor 2, Januari 2017), 199-214.

Septiawan. (2017). Peran Media Dalam Diplomasi Pertahanan Indonesia (Analisis Framing Dalam Pemberitaan Lkbn Antara Terkait Sengketa Laut Cina Selatan). Jakarta: Unhan Press.

Septiawan. (2022, 31 Maret). Memahami Pergerakan Ekspos Media Massa Terhadap Konflik Laut China Selatan. (S. Iriawan, Interviewer)

Setiawan, A. (2019). Peran Media Massa Dalam Politik Luar Negeri: Kasus di Indonesia. Mandala Jurnal Hubungan Internaisonal Vol.2 No 1 Januari-Juni (2019), 45-63. https://doi.org/10.33822/mjihi.v2i1.994

Setiawan, A. (2020, Februari 8). Media Online Perlu Berbenah Diri. Retrieved from Pusat Informasi Dewan Pers: https://dewanpers.or.id/publikasi/opini_detail/173/Media_Online_Perlu_Berbenah_Diri

Sholihat, F. (2019). Mass Communication. Junral Kominikasi Massa Administrasi Bisnis: Politeknik Negeri Bandung, 18-29.

Sobur, A. (2002). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiarti, P. I. (2020). Pengaruh Konstruksi Berita Media Online Xinhua Terhadap Eskalasi Konflik Laut Cina Selatan Tahun 2016-2017. Surabaya : Fisip UIN Sunan Ampel .

Sukmi, S. N. (2015). Rethinking Teori Komunikasi Dalam Konteks Media Baru (Telaah Pemikiran Holmes Tentang Komunikasi, Teknologi Dan Masyarakat). Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial (4 (1) | vol: | issue: | 2015), 1-23.

Sulistyani, Y. A., Citra Pertiwi, A. C., & Sari, M. I. (2021). Respons Indonesia Terhadap Sengketa Laut China Selatan Semasa Pemerintahan Joko Widodo. Politica (Vol. 12 No. 1 Mei 2021), 84-101. https://doi.org/10.22212/jp.v12i1.2149

Wijaya, L. (2018, Januari 1). Indonesia's media and South China Sea: The country’s media is shifting its coverage of this intractable dispute. It’s not good news for Beijing. Retrieved Februari 10 , 2022, from School of Government and Public Policy Indonesia: http://sr.sgpp.ac.id/post/indonesias-media-and-south-china-sea

Wisnu, D. (2019). Populisme, Politik Identitas dan Erosi Demokrasi di Abad ke-21. Jakarta: Friedrich-Ebert-Stiftung.




DOI: http://dx.doi.org/10.36080/comm.v13i1.1750

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Communication

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Visit to our university official website: www.budiluhur.ac.id