Komunikasi Interpersonal Ayah Perokok Aktif Dengan Anak Perokok Aktif Dalam Memberikan Pendidikan Kesadaran Bahaya Merokok Di Jakarta Selatan

- Swastiningsih

Abstract


Kebiasaan merokok mengakibatkan resiko tidak baik dalam kesehatan. Pencegahan merokok sudah banyak dilakukan di dalam masyarakat, tetapi kenyataannya merokok sulit untuk berhenti. Dengan demikian perlu mengadakan penelitian bagaimana pencegahan atau pendidikan yang diberikan oleh seorang ayah pada anaknya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme. Tipe penelitian adalah penelitian tindakan.Teori yang digunakan adalah Teori Dialog, Oleh Martin Buber. Hasil penelitian, Komunikasi interpersonal ayah dengan anak perokok aktif dalam memberikan pendidikan kesadaran bahaya merokok, seorang ayah hanya, menyampaikan pesan pada anaknya, bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan. Terdapat kebebasaan pada anak tentang masalah merokok. Ayah kurang kontrol sama anak masalah merokok. Ayah tidak memberikan contoh yang baik pada anak tentang bahaya merokok, karena ayah juga perokok. Masalah, Nilai-nilai pendidikan. Seorang ayah ada usaha dalam membangun hubungan yang baik pada anak dengan jalan menasehati anak. Anak sudah dewasa, sudah bisa berpikir dan tentu sudah bisa memahami tentang bahaya merokok. Kurangnya waktu seorang ayah dalam memerhatikan anak, dan tidak memikirkan bahaya merokok. Ada perhatian. Keterbukaan komunikasi. Kurang intensifnya komunikasi antara ayah dengan anak. Kurangnya perhatian ayah pada anak. Seorang ayah tidak bisa memberikan contoh yang baik. Rendahnya interaksi antara ayah dengan anak mengakibatkan anak kurang perhatian dan mengakibatkan anak merasa kurang dikontrol. Seorang ayah tidak bisa menjadi contoh yang baik, yang mampu memberikan nilai-nilai baik dalam hidup, sehingga anak tidak punya sikap yang tegas karena tidak didasari oleh nilai yang baik atau pedoman hidup. Jadi anak menjadi perokok aktif. Saran. Antara ayah dengan anak harus berdialog secara intensif dengan tujuan anak mempunyai sikap.

References


Adisusilo, Sutarjo, J.R., Pembelajaran Nilai – Karakter, Konstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2012

Braithwaite dan Baxter, Engaging Theories in Family Communication, Multiple Perspectives, 2006, Sage Publications, Inc, United States of America

Creswell, W., John, Research Design, Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran, Edisi 4, Cetakan ke II, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2017

Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi revisi. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2010

Devito, Joseph A. Komunikasi Antar Manusia, Edisi Ke-5, Karisma Publishing Group, Tangerang Selatan, 2011

Effendy, Onong U., Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : Citra Aditya Bakti. 2003

Herdiansyah, Haris, Metodologi Penelitian Kualitatif, Salemba Humanika, Jakarta, 2012

Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2015

Moleong, J., Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013

Morissan, Teori Komunikasi, Individu Hingga Massa, Prenadamedia Group, Jakarta, 2015

Muhammad, Arni. 2011. Komunikasi Organisasi : Bumi Aksara, Jakarta, 2011

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Rosda Karya, Bandung, 2011

Samatowa, Usman, Metodologi Pembelajaran Sains, untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Tsmart Printing, Tangerang, 2018

Supriadie, Didi dan Darmawan, Deni, Komunikasi Pembelajaran, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013

West, Richard dan Turner, H., Lynn, Teori Komunikasi, Analisis dan Aplikasi, Salemba Humanika, 2010

Yusuf, Munri, A., Metodologi Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan, Kencana, Rawamangun, Jakarta, 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.