Crowdfunding sebagai Bentuk Budaya Partisipatif pada Era Konvergensi Media: Kampanye #BersamaLawanCorona (Kitabisa.com)

Dhyayi Warapsari

Abstract


Internet dan teknologi digital memberikan kemudahan bagi manusia untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang semula dilakukan secara manual, bertatap muka, dan dengan keterbatasan jarak dan waktu. Dengan adanya teknologi-teknologi baru pada era digital yang terkoneksi dengan jaringan internet, manusia dapat terhubung dengan mudah meskipun terpisah oleh jarak. Akan tetapi, semua teknologi tersebut tidak memiliki arti tanpa ada manusia sebagai pengguna. Keberadaan dan kegunaan teknologi tergantung pada institusi dan budaya yang memungkinkan teknologi tersebut bertahan sehingga penting untuk mengkaji budaya partisipatif yang melingkupi teknologi itu. Ada empat bentuk budaya partisipatif yang dapat dikaji, yaitu afiliasi, ekspresi, pemecahan masalah secara kolaboratif, dan sirkulasi. Salah satu masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada tahun 2020 adalah masalah pandemi Covid-19. Meningkatnya jumlah orang yang terdiagnosis positif Covid-19 dan korban meninggal menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sehingga banyak orang yang membeli alat-alat kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer, untuk melakukan pencegahan. Hal itu menyebabkan kelangkaan stok dan peningkatan tajam harga alat-alat kesehatan, padahal tenaga medis yang secara langsung menangani para pasien sangat membutuhkannya. Di tengah kesulitan dana untuk mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19, muncul kampanye penggalangan dana #BersamaLawanCorona yang dilaksanakan oleh platform crowdfunding Kitabisa.com yang bekerja sama dengan beberapa partners. Tulisan ini merupakan sebuah conceptual paper dengan metode kualitatif literature review yang berusaha membangun argumen hubungan logis antara konsep crowdfunding, budaya partisipatif, dan konvergensi media yang dikaitkan dengan kampanye penggalangan dana #BersamaLawanCorona yang diselenggarakan oleh Kitabisa (Kitabisa.com) untuk membantu mengatasi masalah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Keywords


budaya partisipatif; crowdfunding; donasi online; konvergensi media; media digital

Full Text:

PDF

References


Abdillah, F., & Danial, E. (2015). Crowdfunding: Demokratisasi Akses Keuangan dalam Mendukung Aksi Sosial Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 15(1).

Adiansah, W., Mulyana, N., & Fedryansyah, M. (2016). Potensi Crowdfunding di Indonesia dalam Praktik Pekerjaan Sosial. In Prosiding KS: Riset & PKM (hal. 155–291).

Arifin, S. R., & Wisudanto. (2017). Crowdfunding sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur. In Prosiding Simposium II - UNIID (hal. 309–314). Palembang.

Aziz, I. A., Nurwahidin, N., & Chailis, I. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Menyalurkan Donasi Melalui Platform Crowdfunding Berbasis Online. Jurnal Syarikah, 5(1), 94–108. https://doi.org/10.30997/jsei.v5i1.1835

Belleflamme, P., Lambert, T., & Schwienbacher, A. (2014). Crowdfunding: Tapping the right crowd. Journal of Business Venturing, 29, 585–609. https://doi.org/10.1016/j.jbusvent.2013.07.003

Budiman, T., & Octora, R. (2019). Perlindungan Hukum Bagi Donatur dalam Kegiatan Donation Based Crowdfunding Secara Online. Jurnal Kertha Patrika, 41(3), 222–237.

Chakaveh, S., & Bogen, M. (2007). Media Convergence, an Introduction. In Lecture Notes in Computer Science (including subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics) (Vol. 4552 LNCS, hal. 811–814). https://doi.org/10.1007/978-3-540-73110-8_88

Chang, S. E. (2018). Regulation of Crowdfunding in Indonesia. Law Review, XVIII(1), 41–71.

Choy, K., & Schlagwein, D. (2016). Crowdsourcing for a better world: On the relation between IT affordances and donor motivations in charitable crowdfunding. Information Technology & People, 29(1), 221–247. https://doi.org/10.1108/ITP-09-2014-0215

CNN Indonesia. (2020). Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia. Diambil 24 Maret 2020, dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200302111534-20-479660/jokowi-umumkan-dua-wni-positif-corona-di-indonesia

DP, M. (2020). Masker dan Hand Sanitizer Mahal dan Langka Karena Virus Corona: Awas, Ini Ancaman Penjara bagi Penimbun Masker dan Hand Sanitizer. Diambil 24 Maret 2020, dari https://www.grid.id/read/042047754/masker-dan-hand-sanitizer-mahal-dan-langka-karena-virus-corona-awas-ini-ancaman-penjara-bagi-penimbun-masker-dan-hand-sanitizer

Dresner, S. (2014). Crowdfunding: A Guide to Raising Capital on the Internet. New Jersey: John Wiley & Sons.

Dzulfaroh, A. N. (2020). Virus Corona Jadi Pandemi Global, Apa Dampak dan Langkah Selanjutnya? Diambil 23 Maret 2020, dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/12/064800265/virus-corona-jadi-pandemi-global-apa-dampak-dan-langkah-selanjutnya-

Gea, F. D. S. (2016). Crowdfunding: Gerakan Baru Kegotongroyongan di Indonesia (Tinjauan Evolusi Gerakan Aksi Kolektif dalam Media Baru). In Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi V Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia. Padang.

Gilson, L. L., & Goldberg, C. B. (2015). Editors’ Comment: So, What Is a Conceptual Paper? Group & Organization Management, 40(2), 127–130. https://doi.org/10.1177/1059601115576425

Gleasure, R., & Feller, J. (2016). Does Heart or Head Rule Donor Behaviors in Charitable Crowdfunding Markets? International Journal of Electronic Commerce, 20(4), 499–524. https://doi.org/10.1080/10864415.2016.1171975

Gras, D., Nason, R. S., Lerman, M., & Stellini, M. (2017). Going offline: broadening crowdfunding research beyond the online context. Venture Capital, 19(3), 217–237. https://doi.org/10.1080/13691066.2017.1302061

Hariyani, I., & Serfiyani, C. Y. (2015). Perlindungan Hukum Sistem Donation Based Crowdfunding pada Pendanaan Industri Kreatif di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 12(4), 353–361.

Hemer, J. (2011). A snapshot on crowdfunding (No. R2/2011). Karlsruhe. Diambil dari https://www.econstor.eu/bitstream/10419/52302/1/671522264.pdf

Hutami, N., & Irwansyah. (2019). Pemanfaatan Aplikasi Mobile Kitabisa dalam Pelaksanaan Crowdfunding di Indonesia. Komunikasi, XIII(2), 183–194.

Ibrahim, N. (2013). Platform Crowdfunding Berbasis Web untuk Donasi, Sponsorship, dan Pendanaan UKM. In Proceedings Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) (hal. 216–220). Mataram.

Irfan, M. (2016). Crowdfunding sebagai Pemaknaan Energi Gotong Royong Terbarukan. Share: Social Work Jurnal, 6(1), 1–153.

Jenkins, H., Purushotma, R., Weigel, M., Clinton, K., & Robison, A. J. (2009). Confronting the Challenges of Participatory Culture: Media Education for the 21st Century. Cambridge: MIT Press.

Kim, T., Por, M. H., & Yang, S. (2017). Winning the crowd in online fundraising platforms: The roles of founder and project features. Electronic Commerce Research and Applications, 25, 86–94. https://doi.org/10.1016/j.elerap.2017.09.002

Safhira, V. E. (2020). Bagikan Curhatan Tenaga Medis COVID-19 Indonesia yang Kekurangan Alat Memadai, Donna Agnesia: Jangan Sampai Corona Matikan Empati Kita. Diambil 24 Maret 2020, dari https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01353741/bagikan-curhatan-tenaga-medis-covid-19-indonesia-yang-kekurangan-alat-memadai-donna-agnesia-jangan-sampai-corona-matikan-empati-kita?page=all

Sitanggang, M. H. A. (2018). Memahami Mekanisme Crowdfunding dan Motivasi Berpartisipasi dalam Platform Kitabisa.com. E Journal UNDIP, 23(3), 1–11. Diambil dari https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/20859/19553

Trivedi, B., & Thaker, K. (2001). Social Dimensions of Media Convergence in India. Media Asia, 28(3), 157–162. https://doi.org/10.1080/01296612.2001.11726645

Wong, S. H. R. (2012). Which platform do our users prefer: website or mobile app? Reference Services Review, 40(1), 103–115. https://doi.org/10.1108/00907321211203667




DOI: http://dx.doi.org/10.36080/ag.v8i1.985

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Avant Garde

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.