Gerakan 30 September: Narasi “Dewan Jenderal” Di Situs Berita Utama Indonesia Tahun 2017

Muhammad Aswan Zanynu

Abstract


ABSTRACT
The 30th September Movement (G30S) in 1965 is one of the important milestones of Indonesian political history. Historiography shows that the testimony of the G30S executor acknowledged that what they did was meant to precede the Council of Generals that plan to coup d'etat against President Soekarno. After more than five decades, it is important to know how new media (especially news website) pass on the memory of this Council of Generals especially for the new generation in Indonesia. The objective is to reveal, 1) the Council of Generals and the position of the Indonesia Communist Party or PKI in the G30S narration on the Indonesian news website, and 2) the argument used in the framing both the issues: Council of Generals and PKI. The study was conducted on three main news sites in Indonesia (Detik.com, Tribunnews.com, Liputan6.com) using framing analysis method to probe news from September to October 2017. This study found that the news about the Council of Generals was not presented in a way that meets the standard of rationality narrative as required by Walter Fisher's Narrative Paradigm theory. Nevertheless, the depiction of the Council of Generals and its members in the patriot/hero category was confirmed in the framing of the major Indonesian news sites. The PKI (still) remained positioned as a mastermind of G30S. Media does not provide any other version that can open the public's insight to better understand this incident. The tendency to report the moment of kidnapping and murder of the generals give emphasis more to the dramatic value than political aspect of the events. The media tend to present the Council of Generals and G30S as an issue of human interest rather than the significance of this tragedy in Indonesian history.
Keywords: Council of Generals, 30th September movement, journalism, narrative

 

ABSTRAK
Gerakan 30 September (G30S) 1965 merupakan salah satu tonggak penting sejarah politik Indonesia. Historiografi menunjukkan bahwa kesaksian eksekutor G30S mengakui bahwa apa yang mereka lakukan dimaksudkan untuk mendahului rencana Dewan Jenderal yang disinyalir akan melakukan kudeta kepada Presiden Soekarno. Setelah lebih dari lima dekade, menjadi penting untuk mengetahui cara media baru (khususnya situs berita) mewariskan memori terkait Dewan Jenderal ini kepada generasi baru di Indonesia. Tujuannya untuk mengungkap, 1) perihal Dewan Jenderal dan posisi Partai Komunis 

Indonesia atau PKI dalam narasi G30S di situs berita Indonesia; dan 2) argumentasi yang digunakan dalam pembingkaian keduanya: Dewan Jenderal dan PKI. Penelitian dilakuan pada tiga situs berita utama di Indonesia (Detik.com, Tribunnews.com, Liputan6.com) dengan menggunakan metode analisis framing atas pemberitaan bulan September-Oktober 2017. Studi menemukan bahwa artikel Dewan Jenderal belum tersaji dengan cara yang memenuhi standar rasionalitas narasi sebagaimana disyaratkan teori Paradigma Naratif yang dikemukakan Walter Fisher. Meski demikian, penggambaran Dewan Jenderal dan anggotanya dalam kategori patriot/pahlawan, terkonfirmasi dalam pembingkaian yang dilakukan situs berita utama Indonesia. Dalam konteks G30S, PKI tetap diposisikan sebagai dalang. Media tidak memberikan versi lain yang dapat membuka wawasan publik untuk memahami lebih baik tentang peristiwa ini. Kecenderungan untuk menyajikan momen penculikan dan pembunuhan, menggiring pembingkaian lebih pada aspek dramatis ketimbang politis yang melatarbelakangi keseluruhan peristiwa. Media tampak ingin menghadirkan Dewan Jenderal dan G30S sebagai sebuah isu dan peristiwa yang menonjolkan nilai human interest ketimbang nilai penting peristiwa tersebut dalam sejarah Indonesia.
Kata kunci: Dewan Jenderal, G30S, jurnalisme, narasi

 


Keywords


Keywords: Council of Generals, 30th September movement, journalism, narrative

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Airlanga, Mathew. 2018. Indonesia Digital Landscape 2018. Jakarta: GDP Venture.

Dake, Antonie C.A. 2005. Sukarno File, Berkas-Berkas Soekarno 1965-1967: Kronologi Suatu Keruntuhan. Jakarta: Aksara Karunia.

Eriyanto. 2011. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, Dan Politik Meida. Yogyakarta: LKiS.

Fic, Victor M. 2008. Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi Tentang Konspirasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fisher, Walter R. 1987. Human Communication as Narration: Toward a Philosophy of Reason, Value, and Action. Columbia: University of South Carolina Press.

Fulton, Helen, Rosemary Huisman, Julian Murphet, and Anne Dunn. 2005. Narrative and Media. Cambridge: Cambridge University Press.

Griffin, Emory A. 2012. A First Look at Communication Theory. 8th ed. New York: McGraw-Hill.

Hadi, Kuncoro. 2017. Kronik ’65: Catatan Hari Per Hari Peristiwa G30S Sebelum Hingga Setelahnya (1963-1971). Yogyakarta: Media Pressindo.

McQuail, Denis. 2010. Mass Communication Theory. 6th ed. London: Sage Publications.

Pour, Julius. 2010. Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, Dan Petualang. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Soekarno. 1965. Subur, Subur, Suburlah PKI: Pidato Presiden Sukarno Pada Rapat Raksasa Ulangtahun Ke-45 PKI. Jakarta: Yayasan Pembaruan.

Sulistyo, Hermawan. 2011. Palu Arit Di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian Massal Yang Terlupakan (Jombang-Kediri 1965-1966). Jakarta: Pensil-324.

Wanandi, Jusuf. 2014. Menyibak Tabir Orde Baru: Memoar Politik Indonesia 1965-1998. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

INTERNET

Dariyanto, Erwin. 2017a. “Firasat Jelang Malam Jahanam (2): Pertanyaan Aneh Jenderal Prapto Sebelum Malam G30S/PKI.” Detik.com. September 29, 2017. https://news.detik.com/berita/d-3663580/pertanyaan-aneh-jenderal-prapto-sebelum-malam-g30spki.

———. 2017b. “Firasat Jelang Malam Jahanam (4): Cerita Nisan Pejuang Sejati Dan Burung Sriti Jelang G30S/PKI.” Detik.com. September 29, 2017. https://news.detik.com/berita/d-sejati-dan-burung-sriti-jelang-g30spki.

———. 2017c. “Firasat Jelang Malam Jahanam (5): G30S/PKI Dan 10 Buku Yang Tak Sempat Dibaca DI Pandjaitan.” Detik.com. September 29, 2017. https://news.detik.com/berita/d-3664329/g30spki-dan-10-buku-yang-tak-sempat-dibaca-di-pandjaitan.

———. 2017d. “Firasat Jelang Malam Jahanam: Perjamuan Terakhir Jenderal Ahmad Yani.” Detik.com. September 29, 2017. https://news.detik.com/berita/d-3663349/perjamuan-terakhir-jenderal-ahmad-yani.

Dariyanto, Erwin, and Samsudhuha Wildansyah. 2017. “Firasat Jelang Malam Jahanam (3): Jelang Malam G30S/PKI, MT Haryono Suka Melamun Dan Jauhi Si Bungsu.” Detik.com. September 29, 2017. https://news.detik.com/berita/d-3663858/jelang-malam-g30spki-mt-haryono-suka-melamun-dan-jauhi-si-bungsu.

Prasetiyo, Rimawan. 2017. “Pengakuan Eks Cakrabirawa Yang Menjemput Para Jenderal, Latif Dan Untung Lapor Ke Soeharto.” Tribunnews.com. Oktober 2017. http://bangka.tribunnews.com/2017/10/04/pengakuan-eks-cakrabirawa-yang-menjemput-para-jenderal-latif-dan-untung-lapor-ke-soeharto?page=all.

Rimadi, Luqman. 2017. “Kisah Letjen S Parman, Korban G30S Yang Adik Tokoh PKI.” Liputan6.com. September 29, 2017. http://news.liputan6.com/read/3110730/kisah-letjen-s-parman-korban-g30s-yang-adik-tokoh-pki.

Surono, Agus. 2017. “Tak Disangka! Ternyata Ada 8 Jenderal Sempat Akan Dibantai PKI, 1 Sosok Ini Lolos, Siapa?” Tribunnews.com. Oktober 2017. http://style.tribunnews.com/2017/10/02/tak-disangka-ternyata-ada-8-jenderal-sempat-akan-dibantai-pki-1-sosok-ini-lolos-siapa?page=all.

Wardayati, K. Tatik. 2017. “Cerita Kekejaman G30S/PKI, Mereka Yang Lolos Dari Lubang Buaya.” Tribunnews.com. September 20, 2017. http://m.tribunnews.com/nasional/2017/09/20/cerita-kekejaman-g30spki-mereka-yang-lolos-dari-lubang-buaya?page=all.

Winardi, Agustinus. 2017. “Militer AS Sudah Siap Menginvasi Indonesia Jika Upaya CIA Mendorong G30S Urung Terjadi.” Tribunnews.com. September 29, 2017. http://bangka.tribunnews.com/2017/09/29/militer-as-sudah-siap-menginvasi-indonesia-jika-upaya-cia-mendorong-g30s-urung-terjadi?page=all




DOI: http://dx.doi.org/10.36080/comm.v9i1.608

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Communication

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Visit to our university official website: www.budiluhur.ac.id